Cara Memilih Lisensi: Bedanya Foto Komersial dan Editorial di Shutterstock

Perbedaan foto komersial dan editorial ditunjukkan dengan ilustrasi skala seimbang, visual sederhana dan elegan.


Gendies.com - Kamu mungkin pernah merasa bingung saat mengunggah atau membeli foto di Shutterstock: “Ini foto harus pakai lisensi apa ya? Komersial atau editorial?” Nah, pertanyaan itu sebenarnya wajar banget, karena dua lisensi ini punya aturan main yang beda. Kalau sampai salah pilih, bisa berujung penolakan foto saat upload, atau bahkan masalah hukum kalau dipakai untuk tujuan yang tidak tepat.

Di artikel ini, kami mau ngobrol santai sama kamu soal perbedaan foto komersial dan editorial di Shutterstock, bagaimana cara memilih lisensinya, plus tips praktis supaya foto kamu lolos kurasi dan dipakai dengan aman. Anggap saja ini seperti sharing pengalaman dari kami yang sudah lama main di dunia microstock, ke kamu yang mungkin masih baru atau sedang mendalami. Yuk, kita mulai.

Apa Itu Foto Komersial?

Ilustrasi flat sederhana menunjukkan konsep foto editorial untuk berita dan dokumentasi.


Kalau dengar kata “komersial”, kamu mungkin langsung mikir soal jualan. Betul banget. Foto komersial di Shutterstock adalah gambar yang bisa dipakai untuk kepentingan bisnis, promosi, atau pemasaran. Misalnya iklan, brosur, banner, postingan media sosial brand, sampai desain packaging produk.

Foto komersial biasanya lebih “bersih” karena harus terbebas dari elemen-elemen yang berpotensi menimbulkan masalah hukum. Artinya, kamu perlu memastikan ada izin resmi (release) kalau foto memuat wajah orang atau properti pribadi.

Contoh Foto Komersial

  • Seorang model tersenyum sambil memegang kopi di kafe (dengan model release).
  • Interior rumah minimalis yang dijadikan ilustrasi katalog furniture (dengan property release kalau itu rumah pribadi).
  • Foto makanan di studio yang rapi tanpa logo merek tertentu.


Kenapa Penting Punya Release?

Bayangkan kamu memotret seorang teman dan fotonya dipakai di iklan produk obat. Kalau temanmu merasa keberatan dan kamu tidak punya model release, bisa repot urusannya. Release itu semacam “surat izin” dari model atau pemilik properti bahwa mereka setuju fotonya dipakai untuk tujuan komersial.

Nah, sekarang kita geser ke dunia satunya: editorial.

Apa Itu Foto Editorial?

Ilustrasi flat sederhana menunjukkan konsep foto editorial untuk berita dan dokumentasi.


Foto editorial bukan untuk iklan, tapi untuk mendukung konten berita, informasi, atau edukasi. Tujuannya lebih ke dokumentasi peristiwa nyata, bukan promosi. Jadi, kalau fotomu punya logo, brand, atau orang tanpa release, biasanya cocoknya masuk kategori editorial.

Shutterstock sendiri sering menandai foto editorial dengan tulisan “Editorial Use Only”, yang artinya gambar hanya bisa dipakai dalam konteks non-komersial.

Contoh Foto Editorial

  • Suasana konser dengan logo brand sponsor terpampang jelas di panggung.
  • Foto suasana demo politik dengan wajah orang-orang terlihat jelas.
  • Gambar stadion olahraga yang penuh penonton dan banyak logo brand di sekitar lapangan.


Apa Bedanya dengan Komersial?

Perbedaannya ada pada penggunaan. Kalau foto komersial bebas dipakai untuk jualan (asal sesuai aturan), foto editorial hanya untuk berita, artikel blog, dokumentasi majalah, atau buku. Jadi jangan sampai terbalik ya, karena kalau salah bisa berisiko buat kamu maupun pembeli.

Dan di sinilah banyak kontributor baru suka salah paham. Misalnya mereka upload foto konser dan berharap dipakai buat iklan musik, padahal yang boleh cuma editorial. Jadi penting banget tahu batasannya.

Kapan Harus Pilih Lisensi Komersial?

Ilustrasi flat minimalis daftar syarat lisensi komersial seperti model release dan properti.

Nah, kalau kamu seorang fotografer atau desainer yang ingin foto-fotonya dipakai brand untuk jualan, pilihlah jalur komersial. Tapi ingat, ada syarat yang harus dipenuhi.

Syarat Foto Komersial

  • Tidak ada logo, merek, atau hak cipta pihak lain.
    Misalnya kamu foto di mall, terus ada logo Starbucks kelihatan. Itu langsung gugur untuk komersial.
  • Harus punya model release untuk wajah orang.
    Bahkan meski cuma tangan seseorang yang khas, Shutterstock bisa meminta release.
  • Butuh property release kalau memotret properti pribadi.
    Misalnya rumah, karya seni, atau bahkan mobil dengan desain unik.


Tips Praktis

Kalau kamu niat serius main foto komersial, biasakan bawa form release saat hunting foto. Ada banyak template yang bisa kamu download gratis dari Shutterstock. Jangan tunggu nanti—sering kali momen bagus datang mendadak, dan release jadi penyelamat supaya fotomu bisa masuk kategori komersial.

Dari sini, kita masuk ke bagian sebaliknya: kapan harus editorial?

Kapan Harus Pilih Lisensi Editorial?

Ilustrasi flat minimalis suasana keramaian kota untuk menggambarkan foto editorial.


Kalau kamu suka street photography, jurnalisme visual, atau dokumentasi peristiwa, kemungkinan besar fotomu akan masuk editorial.

Ciri Foto Editorial

  • Ada logo atau merek yang jelas terlihat.
  • Ada orang di foto tapi kamu tidak punya model release.
  • Foto menangkap kejadian nyata, seperti event, festival, atau situasi publik.


Contoh Kasus

Kamu memotret suasana CFD (Car Free Day) di Jakarta. Banyak orang lalu lalang, logo brand di kaos peserta, spanduk sponsor di jalan. Nah, foto ini jelas editorial. Tidak masalah kalau kamu tidak punya release, karena memang tujuannya untuk dokumentasi berita, bukan iklan.

Tips Praktis

Kalau kamu upload foto editorial, tambahkan deskripsi yang informatif. Shutterstock biasanya meminta tanggal dan lokasi kejadian. Misalnya: “Jakarta, Indonesia – 10 Agustus 2023: Suasana Car Free Day di Jalan Sudirman dengan ribuan peserta berjalan kaki.”

Dengan begitu, fotomu lebih mudah ditemukan media atau jurnalis yang butuh ilustrasi berita.

Nah, tapi bagaimana kalau kamu punya foto bagus, tapi bingung mau dimasukkan ke kategori mana? Tenang, kami bahas di bagian berikutnya.

Bagaimana Menentukan Pilihan: Komersial atau Editorial?

Ilustrasi minimalis papan penunjuk arah komersial dan editorial sebagai panduan memilih lisensi.


Baca Juga: 7 Foto yang Dilarang di Shutterstock dan Alasannya

Kadang foto bisa abu-abu, tidak jelas masuk kategori mana. Di sinilah kamu harus pakai logika sederhana:

  • Tanya dulu: foto ini bisa dipakai iklan atau tidak?
    Kalau iya, berarti komersial (asal syaratnya lengkap).
  • Ada logo atau orang tanpa release?
    Kalau iya, otomatis editorial.
  • Foto bersifat staged (disetting di studio) atau dokumentasi nyata?
    Kalau staged, biasanya komersial. Kalau dokumentasi nyata, editorial.


Ilustrasi Kasus

  • Kamu foto piring nasi goreng di warung, dengan merek kecap di belakangnya. → Editorial.
  • Kamu foto piring nasi goreng di studio, semua properti netral tanpa logo. → Komersial.


Mudah kan? Intinya, jangan memaksakan foto editorial jadi komersial, karena selain bisa ditolak, risikonya juga tinggi.

Setelah tahu bedanya, pertanyaannya: mana yang lebih menguntungkan?

Mana yang Lebih Menguntungkan: Komersial atau Editorial?

Ilustrasi flat sederhana diagram perbandingan keuntungan foto komersial dan editorial.


Kalau soal ini, jawabannya relatif. Foto komersial biasanya lebih laku karena banyak dipakai brand. Tapi editorial juga punya pasar sendiri, terutama media berita yang butuh ilustrasi cepat.

Keuntungan Foto Komersial

  • Permintaan tinggi dari perusahaan.
  • Bisa dipakai di banyak platform.
  • Cocok untuk niche populer seperti makanan, lifestyle, bisnis.


Keuntungan Foto Editorial

  • Lebih mudah masuk tanpa release.
  • Cocok untuk fotografer street atau dokumenter.
  • Bisa menangkap momen aktual yang dicari media.


Kami sendiri sering upload di dua kategori sekaligus. Foto staged kami arahkan ke komersial, sedangkan foto event atau situasi nyata kami masukkan ke editorial. Dengan begitu, peluang earning lebih luas.

Nah, setelah tahu mana yang menguntungkan, tentu kamu ingin tahu bagaimana cara menulis deskripsi dan keyword yang tepat untuk masing-masing kategori.

Cara Menulis Deskripsi & Keyword yang Tepat

Ilustrasi flat minimalis komputer dengan teks dan kata kunci untuk optimasi deskripsi foto.


Baca Juga: 7 Penyebab Foto Shutterstock Ditolak Karena “Quality Issues”

Shutterstock punya standar khusus soal deskripsi dan keyword. Kalau salah, fotomu bisa susah ditemukan.

Untuk Komersial

  • Deskripsikan objek utama dengan jelas.
  • Hindari menyebut merek.
  • Fokus pada mood atau kegunaan foto.


Contoh: “Seorang wanita muda tersenyum sambil memegang cangkir kopi di ruang kerja modern.”

Untuk Editorial

  • Sertakan informasi lokasi dan tanggal.
  • Tulis peristiwa atau konteks yang jelas.
  • Gunakan kata kunci yang relevan dengan berita.


Contoh: “Jakarta, Indonesia – 17 Agustus 2025: Warga mengikuti parade Hari Kemerdekaan dengan kostum tradisional di jalan utama.”

Kalau kamu konsisten membuat deskripsi dan keyword yang relevan, fotomu akan lebih mudah ditemukan pembeli.

Setelah ini, kita bahas sedikit soal kesalahan umum yang sering dilakukan kontributor baru.

Kesalahan Umum Saat Memilih Lisensi

Ilustrasi flat minimalis tanda peringatan kesalahan umum dalam memilih lisensi foto.


Meski aturan sudah jelas, masih banyak yang keliru. Beberapa kesalahan yang sering kami temui adalah:

  • Memasukkan foto dengan logo ke kategori komersial.
  • Mengunggah foto orang tanpa release sebagai komersial.
  • Tidak menuliskan detail lokasi & tanggal di editorial.
  • Menganggap semua foto bisa otomatis komersial.


Kalau kamu bisa menghindari kesalahan ini, peluang fotomu diterima akan jauh lebih besar.

Tips Praktis dari Pengalaman Kami

Ilustrasi flat minimalis tips praktis berupa notebook dengan lampu ide.


Baca Juga: 7 Strategi Agar Foto Kamu Masuk Halaman Pertama di Shutterstock

Biar artikel ini tidak cuma teori, kami mau kasih beberapa tips yang langsung bisa kamu praktekkan:

  • Selalu siap bawa form release. Banyak momen emas datang tiba-tiba.
  • Pisahkan folder komersial dan editorial di komputer. Ini memudahkan saat upload.
  • Jangan takut editorial. Banyak yang menganggap editorial kurang laku, padahal justru sering dibutuhkan media.
  • Cek ulang sebelum upload. Tanyakan ke diri sendiri: “Foto ini bisa buat iklan? Ada logo? Ada orang?”


Dengan kebiasaan itu, kamu akan lebih cepat terbiasa membedakan.

Kesimpulan

Ilustrasi flat minimalis kesimpulan tentang perbedaan lisensi komersial dan editorial foto.


Memilih lisensi di Shutterstock sebenarnya bukan hal rumit, asal kamu paham prinsip dasarnya. Foto komersial dipakai untuk promosi dan butuh release, sedangkan editorial untuk berita dan tidak butuh release.

Kami sudah mencoba dua-duanya, dan hasilnya masing-masing punya pasar sendiri. Kalau kamu ingin serius di dunia stock photo, sebaiknya main di keduanya sekaligus.

Yang terpenting: jangan asal pilih kategori, karena bisa bikin fotomu ditolak atau bahkan menimbulkan masalah hukum.

Kalau kamu sudah paham perbedaan ini, dijamin langkahmu di Shutterstock akan lebih lancar. Jadi, mulai sekarang coba perhatikan setiap kali upload: “Ini komersial, atau editorial?”

Previous Post Next Post