7 Foto yang Selalu Diterima dan Dicari di Shutterstock

7 foto paling dicari di Shutterstock yang selalu diterima, ilustrasi kamera dengan sentuhan minimalis modern.

Gendies.com - Ada satu pertanyaan yang sering menghantui para fotografer pemula: “Foto apa sih yang benar-benar laris dan selalu diterima oleh Shutterstock?” Pertanyaan ini sederhana, tapi jawabannya ternyata butuh pengalaman panjang. Tidak sedikit orang yang sudah bersemangat, upload puluhan foto pertama mereka, lalu merasa kecewa karena ditolak atau tidak ada satupun yang laku.

Kami pernah ada di posisi itu. Kamera sudah dipakai ke mana-mana, foto sudah menumpuk di hard disk, tapi ketika diunggah ke Shutterstock, hasilnya nihil. Dari situlah kami belajar, ternyata ada pola tertentu. Ada kategori foto yang hampir selalu diterima oleh reviewer Shutterstock, dan bahkan lebih penting, selalu dicari oleh pembeli.

Mengapa ini penting? Karena pasar microstock itu berbeda dengan dunia fotografi seni. Di microstock, kita tidak sedang ikut lomba foto. Kita menjual konten visual yang bisa langsung dipakai oleh bisnis, desainer, penulis artikel, dan bahkan perusahaan besar. Jadi mindset-nya harus berbeda: bukan soal keindahan artistik semata, tapi soal kegunaan dan relevansi.

Dalam perjalanan kami, akhirnya kami menemukan ada tujuh kategori utama yang selalu punya pasar stabil di Shutterstock. Kalau kamu bisa konsisten memotret dan mengunggah dalam tujuh kategori ini, kemungkinan besar portofoliomu akan berkembang lebih cepat, dan peluang penghasilan pasifmu semakin terbuka. Mari kita bahas satu per satu.

{getToc} $title={Daftar Isi} $count={Boolean} $expanded={Boolean}

1. Foto Lifestyle dengan Sentuhan Natural

Ilustrasi foto lifestyle natural: wanita bekerja santai dengan laptop dan kopi, contoh foto laris Shutterstock.


Lifestyle photography adalah salah satu kategori paling populer di Shutterstock. Mengapa? Karena buyer selalu mencari foto yang bisa merepresentasikan kehidupan sehari-hari, yang dekat dengan audiens mereka.

Namun lifestyle photography yang laris bukan sekadar memotret seseorang sedang duduk atau minum kopi. Kuncinya ada di kata “natural”. Foto yang natural memberikan kesan nyata, membuat orang yang melihatnya merasa relate.

Contoh yang selalu dicari:

  • Seseorang bekerja dari rumah dengan laptop di meja sederhana.
  • Anak muda tertawa bersama teman-temannya di kafe.
  • Seorang ibu menyiapkan sarapan untuk keluarganya.


Ketiga contoh ini sederhana, tapi punya kekuatan. Buyer menyukainya karena bisa dipakai untuk artikel blog, postingan media sosial brand, iklan kecil, atau bahkan materi presentasi.

Tips penting dalam memotret lifestyle:

  • Gunakan cahaya alami. Pencahayaan dari jendela lebih memberikan nuansa hangat dibanding lampu studio yang terlalu kaku.
  • Jangan memaksa pose. Biarkan model melakukan aktivitas seperti biasa, lalu tangkap momen di antaranya. Tawa spontan lebih berharga daripada senyum dibuat-buat.
  • Tambahkan elemen pendukung. Cangkir kopi, buku catatan, smartphone—hal kecil yang membuat foto terasa nyata.


Kesalahan umum fotografer pemula adalah ingin semuanya sempurna. Padahal buyer justru suka foto yang natural. Jika terlihat terlalu dipoles, hasilnya bisa terasa artifisial dan buyer enggan menggunakannya.

Foto lifestyle ini bisa menjadi tulang punggung portofolio. Karena permintaannya tinggi, foto semacam ini biasanya laku dalam waktu lama, bahkan bertahun-tahun.

Setelah memahami lifestyle, mari kita masuk ke kategori berikutnya yang tidak kalah populer: makanan.

2. Foto Makanan dengan Tampilan Menggoda

Ilustrasi makanan minimalis: mie panas dan burger keju, contoh foto makanan populer untuk dijual di Shutterstock.


Tidak bisa dipungkiri, makanan adalah salah satu subjek paling universal. Semua orang butuh visual makanan, mulai dari restoran, food blogger, media kuliner, hingga aplikasi delivery.

Namun tantangan dalam food photography adalah bagaimana membuat orang yang melihat foto seolah-olah bisa mencium aroma atau merasakan teksturnya. Karena itu, foto makanan harus punya kualitas menggoda mata.

Contoh populer di Shutterstock:

  • Burger dengan lelehan keju.
  • Secangkir kopi dengan latte art berbentuk hati.
  • Sup panas dengan uap yang masih terlihat.
  • Nasi goreng sederhana dengan taburan bawang goreng.


Foto-foto semacam ini sering digunakan oleh brand karena memberikan kesan lezat sekaligus realistis.

Tips food photography untuk Shutterstock:

  • Cahaya samping adalah kunci. Side lighting memperlihatkan tekstur makanan lebih jelas.
  • Jangan terlalu ramai dengan properti. Biarkan makanan menjadi bintang utama. Piring putih sederhana seringkali lebih efektif.
  • Tangkap detail yang membuat orang lapar: lelehan saus, kilau minyak zaitun, uap panas.


Baca Juga: 7 Rahasia Foto Makanan yang Laris di Microstock

Kesalahan yang sering dilakukan kontributor adalah ingin membuat setting terlalu mewah. Padahal buyer lebih sering mencari foto makanan sederhana tapi terlihat nyata.

Ada kontributor yang hanya fokus di food photography dan berhasil hidup dari itu. Mereka konsisten upload ratusan foto makanan sederhana setiap bulan, dan hasilnya menjadi mesin penghasilan pasif yang stabil.

Dari makanan, mari kita beralih ke hal yang juga tidak pernah lepas dari kehidupan modern: teknologi.

3. Foto Bertema Teknologi

Ilustrasi foto teknologi modern: pria dengan laptop dan smartphone, visual populer untuk stock photo digital.


Kebutuhan akan foto bertema teknologi terus meningkat dari tahun ke tahun. Dunia bergerak ke arah digital, dan setiap perusahaan ingin menampilkan sisi modern mereka.

Coba bayangkan jumlah artikel setiap hari yang membahas topik seperti artificial intelligence, keamanan data, fintech, aplikasi smartphone, hingga gaya hidup digital. Semua itu butuh visual yang mendukung.

Contoh populer di Shutterstock:

  • Tangan mengetik di keyboard laptop.
  • Orang membuka aplikasi pembayaran di smartphone.
  • Meja kerja minimalis dengan laptop, tablet, dan headset.
  • Grafik naik di layar monitor.


Tips memotret foto bertema teknologi:

  • Gunakan perangkat terbaru. Buyer lebih tertarik pada gadget yang relevan dengan tren sekarang.
  • Pastikan background bersih. Warna putih atau abu-abu lebih memberikan kesan modern.
  • Fokus pada detail. Jangan hanya motret orang dengan laptop, tapi perlihatkan juga layar dengan konten yang relevan.


Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tren cepat berubah. Foto teknologi yang relevan tahun ini mungkin sudah ketinggalan tahun depan. Jadi, kalau kamu ingin serius di niche ini, pastikan mengikuti perkembangan gadget dan tren digital.

Setelah membahas teknologi, mari kita geser ke sisi lain yang lebih abadi: alam dan lanskap.

4. Foto Alam dan Lanskap

Ilustrasi foto alam: lanskap gunung dan matahari terbit, kategori foto alam yang laris di Shutterstock.


Foto alam adalah salah satu kategori yang tidak pernah kehilangan peminat. Pemandangan gunung, pantai, hutan, danau, bahkan detail kecil seperti bunga liar—semuanya selalu ada pasar.

Buyer menggunakan foto alam untuk kalender, poster motivasi, ilustrasi artikel perjalanan, hingga wallpaper digital.

Tips memotret alam:

  • Manfaatkan golden hour. Cahaya pagi atau sore memberikan nuansa dramatis.
  • Gunakan komposisi rule of thirds. Posisikan horizon di sepertiga bagian bawah atau atas agar lebih menarik.
  • Variasikan angle. Ambil wide shot untuk pemandangan luas, dan close up untuk detail seperti embun di daun.


Baca Juga: 7 Jenis Foto Alam yang Cepat Laku di Shutterstock

Tren terbaru menunjukkan buyer juga suka foto alam yang mengandung unsur manusia. Misalnya siluet seorang pendaki di puncak gunung, atau orang kecil yang berjalan di tengah padang luas. Ini memberikan nilai storytelling yang kuat.

Namun, hati-hati dengan editing. Jangan sampai foto lanskap terlihat berlebihan dalam saturasi warna. Buyer biasanya lebih suka hasil yang realistis.

Kalau alam membawa ketenangan, kategori berikut justru identik dengan produktivitas: bisnis.

5. Foto Bisnis dan Pekerjaan

Ilustrasi foto bisnis: tim kerja berdiskusi di meja dengan laptop, kategori foto bisnis populer untuk microstock.


Kategori bisnis adalah salah satu yang paling konsisten menghasilkan penjualan di Shutterstock. Perusahaan dari berbagai sektor selalu butuh visual tentang kerja, kolaborasi, dan produktivitas.

Dulu, foto bisnis identik dengan ruang rapat formal. Tapi sekarang, buyer lebih sering mencari representasi kerja modern: coworking space, remote working, dan digital nomad.

Contoh populer:

  • Tim muda sedang brainstorming dengan sticky notes.
  • Orang melakukan video call dari rumah.
  • Startup bekerja santai dengan laptop di kafe.
  • Close up jabat tangan antar pebisnis.


Tips memotret foto bisnis:

  • Diversitas sangat penting. Buyer suka tim dengan representasi beragam gender, usia, dan etnis.
  • Outfit semi-formal lebih relevan dengan tren kerja saat ini.
  • Gunakan properti pendukung seperti whiteboard, tablet, atau headset.


Foto bisnis biasanya digunakan untuk website perusahaan, materi presentasi, hingga laporan tahunan. Dengan kata lain, kategori ini sangat komersial.

Jika bisnis bicara soal otak dan produktivitas, kategori berikut bicara soal tubuh: kesehatan.

6. Foto Kesehatan dan Kebugaran

Ilustrasi foto kesehatan: wanita olahraga yoga dengan matras, contoh foto sehat yang selalu dicari di Shutterstock.


Sejak pandemi, permintaan foto bertema kesehatan melonjak tajam. Tidak hanya soal medis, tapi juga gaya hidup sehat dan kebugaran.

Contoh populer:

  • Orang jogging di taman pagi hari.
  • Wanita melakukan yoga dengan matras.
  • Dokter memeriksa pasien dengan stetoskop.
  • Smoothie hijau dengan sayuran segar.


Tips memotret foto kesehatan:

  • Gunakan pencahayaan terang untuk memberikan kesan segar.
  • Pilih pakaian olahraga yang simpel dan cerah.
  • Jika bertema medis, gunakan properti asli seperti stetoskop atau ruang klinik.


Foto kesehatan sangat laris karena bisa dipakai untuk banyak hal: kampanye kesehatan masyarakat, iklan produk suplemen, artikel gaya hidup, hingga aplikasi fitness.

Dan terakhir, kita masuk ke kategori yang tidak pernah kehilangan relevansi: keluarga.

7. Foto Keluarga dan Anak-anak

Ilustrasi foto keluarga: orang tua bersama anak tersenyum bahagia, kategori foto keluarga yang laku keras di Shutterstock.


Kehangatan keluarga selalu punya nilai jual tinggi. Foto anak-anak bermain, orang tua yang tersenyum, atau momen sederhana makan bersama—semuanya bisa menyentuh emosi pembeli.

Contoh populer:

  • Anak kecil berlari di taman dengan wajah ceria.
  • Ibu muda membaca buku untuk anaknya.
  • Keluarga kecil menikmati makan malam.
  • Bayi tidur pulas.


Tips memotret foto keluarga:

  • Fokus pada ekspresi wajah, karena ekspresi adalah kunci emosi.
  • Biarkan interaksi natural, jangan terlalu diposekan.
  • Pilih lokasi sederhana seperti ruang tamu atau halaman rumah.


Foto keluarga sering dipakai dalam iklan produk rumah tangga, kampanye parenting, hingga promosi asuransi. Karena sifatnya universal, foto keluarga bisa tetap relevan bertahun-tahun.

Kesimpulan

Ada tujuh kategori foto yang hampir selalu diterima dan dicari di Shutterstock: lifestyle natural, makanan menggoda, teknologi, alam, bisnis, kesehatan, dan keluarga. Semua kategori ini tidak hanya populer, tapi juga memiliki nilai komersial tinggi.

Jika kamu baru memulai, sebaiknya fokus dulu ke kategori ini. Jangan terburu-buru mengunggah ribuan foto acak. Lebih baik unggah ratusan foto berkualitas dalam kategori yang jelas. Dengan begitu, peluang diterima lebih tinggi, dan kemungkinan laku pun meningkat.

Ingat, Shutterstock adalah pasar global. Foto yang kamu anggap sederhana bisa jadi solusi bagi desainer di Eropa, pemilik restoran di Amerika, atau perusahaan startup di Asia. Jadi jangan meremehkan satu foto sederhana, karena potensinya bisa besar sekali.

Akhirnya, pertanyaan yang tersisa adalah: dari tujuh kategori ini, mana yang akan kamu coba duluan?

Previous Post Next Post