Gendies.com - Kalau kamu main ke dunia blogging, pasti sering dengar keluhan klasik: “Kok artikelku nggak muncul-muncul di Google ya?” atau “Sudah nulis panjang, sudah capek riset, tapi kenapa artikel masih belum nongol di pencarian?”. Nah, di sinilah rahasianya ada pada setting Blogger.
Banyak pemula yang sibuk bikin artikel, utak-atik template, bahkan sampai bingung mikirin niche, tapi sering melewatkan bagian paling penting: mengatur setting Blogger dengan benar. Padahal, tanpa setting yang pas, artikel bisa nyangkut di jalan sebelum sampai ke Google.
Di artikel ini, kami mau sharing pengalaman pribadi sekaligus tips praktis soal 7 setting wajib di Blogger agar artikel cepat terindeks Google. Yuk kita bedah satu per satu.
{getToc} $title={Daftar Isi} $count={Boolean} $expanded={Boolean}
1. Setting Dasar Blogger: Fondasi yang Sering Diremehkan
Sebelum ngomongin hal teknis yang ribet, kita mulai dulu dari hal paling dasar. Setting dasar Blogger sering dianggap sepele, padahal inilah pondasi. Bayangkan rumah tanpa pondasi, tentu gampang roboh, kan? Nah, blog kamu juga begitu. Kalau setting dasarnya berantakan, jangan harap artikel bisa melesat cepat di mesin pencari.
Atur Judul Blog dengan Tepat
Judul blog jangan asal. Usahakan jelas, singkat, dan menggambarkan niche kamu. Misalnya, kalau blog kamu bahas seputar “fotografi alam di Indonesia”, jangan kasih judul yang terlalu abstrak. Google suka hal yang jelas dan spesifik.
Deskripsi Blog yang Menarik
Deskripsi blog itu kayak biodata singkat. Isinya harus informatif dan mengandung kata kunci yang relevan. Misalnya: “Blog seputar tips blogging, SEO, dan cara menulis artikel yang ramah Google untuk pemula.” Dengan deskripsi yang benar, Google lebih mudah memahami identitas blogmu.
Pilih Bahasa dan Zona Waktu
Ini sering dilupakan. Pilih bahasa Indonesia dan zona waktu sesuai lokasi. Kalau kamu di Jakarta, pilih GMT+7. Kenapa? Karena Google juga mempertimbangkan relevansi geografis dan waktu publikasi yang konsisten.
Kalau setting dasar ini sudah benar, blog kamu ibarat sudah punya KTP yang jelas. Nah, fondasi ini nantinya akan menguatkan setting-setting berikutnya. Sekarang mari kita lanjut ke bagian yang lebih teknis: setting crawler dan indexing.
Baca Juga: Cara Pakai AI Buat Riset Keyword Blogger dalam 10 Menit
2. Setting Crawlers & Indexing: Gerbang Masuk Googlebot
Kalau diibaratkan, Google itu punya ribuan “robot perayap” atau Googlebot. Mereka tugasnya muter-muter internet buat ngecek konten baru. Nah, biar artikel kamu cepat dijemput, kamu harus buka gerbangnya dulu lewat crawler & indexing. Banyak pemula yang nggak sadar, malah tanpa sengaja nutup pintu untuk Googlebot.
Izinkan Mesin Pencari Mengindeks
Di dashboard Blogger → Setelan → Privasi, pastikan opsi “Visibilitas ke mesin telusur” sudah diaktifkan. Kalau dimatikan, blog kamu sama saja kayak rumah yang dikunci rapat-rapat.
Aktifkan Tag Meta Robots
Di bagian Setelan → Preferensi Penelusuran, aktifkan tag meta robots. Dengan ini, kamu bisa kasih instruksi ke Google: artikel boleh diindeks, arsip jangan, label jangan. Ini penting biar Google fokus ke artikel utama, bukan halaman arsip yang bikin duplikat konten.
Gunakan Robots.txt Kustom
Robots.txt adalah file kecil yang memberi tahu Googlebot halaman mana yang boleh dirayapi. Di Blogger, kamu bisa aktifkan di bagian Crawler & Pengindeksan. Contoh simpel:
User-agent: * Disallow: /search Allow: / Sitemap: https://namablogkamu.blogspot.com/sitemap.xml
Dengan ini, Googlebot diarahkan langsung ke artikel utama, bukan halaman pencarian internal Blogger.
Kalau setting ini sudah benar, Googlebot bisa bebas keluar masuk blog kamu tanpa hambatan. Nah, setelah gerbangnya terbuka, kita perlu kasih jalur khusus biar robot nggak nyasar: yaitu sitemap.
Baca Juga: Cara Monetisasi Blog di 2025 agar Tetap Cuan
3. Sitemap: Peta Jalan untuk Google
Sitemap itu ibarat peta jalan. Tanpa peta, Googlebot bisa saja tersesat atau kelewat artikel penting di blog kamu. Nah, Blogger sebenarnya otomatis bikin sitemap, tapi kadang kurang optimal.
Tambahkan Sitemap Manual
Masuk ke Google Search Console, lalu tambahkan sitemap manual. Formatnya biasanya begini:
https://namablogkamu.blogspot.com/sitemap.xml
Atau kalau blog sudah punya custom domain:
https://www.namadomainmu.com/sitemap.xml
Pecah Sitemap untuk Blog Besar
Kalau artikel kamu sudah ratusan, pecah sitemap jadi beberapa bagian agar lebih ringan. Misalnya:
sitemap.xml?page=1 sitemap.xml?page=2
Update Sitemap Setelah Posting Artikel
Setiap kali kamu posting artikel baru, pastikan sitemap diperbarui. Google akan lebih cepat ngeh kalau ada konten segar. Sitemap ini bukan hanya peta, tapi juga semacam GPS buat Googlebot.
Nah, setelah peta sudah jelas, kita lanjut ke setting berikutnya yang nggak kalah penting: meta description.
4. Meta Description: Cuplikan yang Menggoda
Pernah lihat artikel di Google dengan deskripsi yang bikin pengen klik? Nah, itu namanya meta description. Blogger sebenarnya menyediakan fitur meta description, tapi banyak pemula yang nggak memanfaatkannya.
Aktifkan Deskripsi Penelusuran
Masuk ke Setelan → Preferensi Penelusuran → Deskripsi, lalu aktifkan. Tulis deskripsi singkat blog kamu dengan kata kunci utama.
Gunakan Deskripsi di Setiap Artikel
Saat menulis artikel, aktifkan opsi Deskripsi Penelusuran di bagian kanan editor posting. Tulis deskripsi unik untuk tiap artikel, maksimal 150 karakter.
Hindari Keyword Stuffing
Jangan sampai deskripsi isinya cuma deretan kata kunci. Google bisa menganggap spam, dan pembaca pun males ngeklik. Meta description yang bagus itu kayak tagline iklan: singkat, jelas, tapi bikin penasaran.
Nah, setelah cuplikan beres, kita lanjut ke setting yang sering disepelekan: HTTPS.
Baca Juga: 5 Jenis Artikel Blog yang Gampang Viral di 2025
5. Setting HTTPS: Keamanan yang Disukai Google
Google suka blog yang aman. Makanya, HTTPS itu sekarang jadi salah satu faktor ranking. Untungnya, Blogger sudah menyediakan HTTPS gratis. Tinggal aktifkan saja.
Aktifkan HTTPS
Masuk ke Setelan → HTTPS, lalu pilih “Ya” pada “Akses HTTPS”. Dengan ini, blog kamu berubah dari http://
jadi https://
.
Redirect ke HTTPS
Aktifkan juga Redirect HTTPS. Jadi kalau ada yang buka versi lama, otomatis diarahkan ke yang aman.
Kenapa HTTPS Penting?
Selain faktor ranking, HTTPS juga bikin pembaca lebih percaya. Bayangkan kamu mau masuk ke blog, lalu muncul tulisan “Not Secure”. Pasti langsung mundur, kan? Dengan HTTPS aktif, blog kamu jadi lebih kredibel.
Nah, setelah aman, kita lanjut ke hal yang sering bikin pusing pemula: custom domain.
6. Custom Domain: Identitas yang Lebih Profesional
Pakai domain bawaan Blogger memang gratis, tapi jujur saja: namablog.blogspot.com
terasa kurang meyakinkan.
Dengan custom domain, blog kamu bukan hanya lebih profesional, tapi juga lebih cepat dipercaya Google.
Pilih Domain yang Tepat
Gunakan domain .com
, .id
, atau .co.id
biar lebih familiar bagi pembaca Indonesia.
Hindari domain aneh yang jarang dipakai karena akan sulit diingat.
Setting DNS dengan Benar
Saat menghubungkan domain ke Blogger, pastikan setting DNS sudah sesuai instruksi. Salah setting bisa bikin blog nggak bisa diakses.
Manfaat SEO dari Custom Domain
Google cenderung lebih serius mengindeks blog dengan custom domain. Selain itu, brand kamu juga lebih gampang diingat dan meningkatkan trust.
Custom domain itu ibarat ganti alamat dari kos-kosan ke rumah pribadi. Lebih mapan, lebih dipercaya. Nah, setelah punya alamat keren, kita lanjut ke hal terakhir yang jadi kunci: integrasi dengan Google Search Console.
7. Integrasi Google Search Console: Hubungan Langsung dengan Google
Ini setting terakhir sekaligus yang paling menentukan. Google Search Console (GSC) adalah alat gratis dari Google untuk pemilik website. Dengan GSC, kamu bisa tahu apakah artikel sudah terindeks, ada error, atau malah dapat impresi tinggi.
Daftarkan Blog ke GSC
Masuk ke Google Search Console, lalu tambahkan blog kamu. Pilih metode verifikasi via HTML Tag atau DNS.
Submit URL Artikel Baru
Setiap kali posting artikel baru, masukkan URL ke GSC, lalu klik Request Indexing. Biasanya, artikel bisa masuk Google hanya dalam hitungan menit sampai jam.
Pantau Performa Artikel
Di GSC, ada menu “Performance” yang menunjukkan jumlah klik, impresi, dan kata kunci yang mendatangkan traffic. Dari sini, kamu bisa tahu artikel mana yang performanya bagus dan mana yang butuh optimasi lagi.
Dengan GSC, kamu seolah punya jalur komunikasi langsung dengan Google. Nah, setelah semua setting ini dijalankan, artikel kamu punya peluang besar untuk cepat terindeks.
Kesimpulan
Jadi, kalau kamu merasa artikel lambat terindeks, jangan buru-buru nyalahin Google. Bisa jadi masalahnya ada di setting Blogger kamu.
Ada 7 setting wajib yang harus diperhatikan: mulai dari setting dasar, crawler & indexing, sitemap, meta description, HTTPS, custom domain, hingga integrasi dengan Google Search Console.
Kalau semua ini kamu terapkan, peluang artikel cepat terindeks akan jauh lebih besar. Jadi, sekarang tinggal kamu praktikkan satu per satu. Ingat, blogging itu bukan kerja instan, tapi kalau setting awalnya benar, hasilnya bisa kamu nikmati jangka panjang. Selamat mencoba!