Gendies.com - Kalau ngomongin musim liburan, pasti identik dengan momen seru, tempat wisata, kebersamaan, dan tentu saja… foto! Nah, kalau kamu seorang fotografer—baik yang sekadar hobi atau serius jadi kontributor microstock—musim liburan itu ibarat “ladang emas” yang nggak boleh dilewatkan. Kenapa? Karena di musim ini, permintaan foto melonjak drastis. Mulai dari brand, agensi iklan, sampai media online, semuanya butuh visual fresh untuk kampanye mereka.
Di artikel ini, kami bakal sharing ke kamu 7 jenis foto yang paling banyak dicari saat musim liburan. Bukan cuma teori, tapi juga tips praktis yang bisa langsung kamu coba. Jadi, kalau selama ini kamu bingung “foto apa sih yang bisa laku keras pas liburan?”, artikel ini akan jadi panduanmu. Yuk, kita bahas satu per satu.
{getToc} $title={Daftar Isi} $count={Boolean} $expanded={Boolean}
1. Foto Pemandangan Alam dan Tempat Wisata Ikonik
Kalau musim liburan, apa yang pertama kali terlintas di kepala orang? Yap, jalan-jalan. Foto pemandangan indah, landmark terkenal, dan spot wisata ikonik selalu punya permintaan tinggi. Misalnya, sunrise di pantai Bali, pegunungan hijau di Lombok, atau suasana kota tua di Yogyakarta. Foto semacam ini nggak pernah basi.
Tips Praktis
- Usahakan memotret saat golden hour (pagi atau sore) untuk hasil warna lebih dramatis.
- Kalau motret landmark populer, coba cari angle yang unik. Jangan cuma ambil “foto kartu pos” standar.
- Sertakan sedikit aktivitas manusia, misalnya turis yang sedang berfoto, biar lebih hidup.
Pernah kami upload foto Borobudur dengan kabut pagi dan sedikit siluet orang yang sedang berjalan. Ternyata itu jadi salah satu foto dengan unduhan terbanyak. Intinya, jangan cuma pemandangan kosong, kasih cerita di dalamnya.
Nah, kalau sudah ngomongin soal manusia di foto, kita lanjut ke poin berikutnya yang nggak kalah penting.
2. Foto Aktivitas Liburan Bersama Keluarga
Siapa sih yang nggak suka lihat kebersamaan keluarga? Foto orang tua jalan bareng anak, main di pantai, piknik di taman—semua itu menggambarkan kehangatan liburan. Brand besar sering banget butuh foto seperti ini untuk iklan.
Tips Praktis
- Fokus pada ekspresi bahagia. Senyum natural lebih menarik daripada pose kaku.
- Gunakan depth of field (bokeh) untuk menonjolkan subjek.
- Kalau bisa, dokumentasikan aktivitas nyata, bukan sekadar pose.
Kami pernah bikin sesi foto keluarga kecil yang lagi barbeque di halaman rumah. Nggak perlu lokasi mahal, yang penting suasana kebersamaan itu terasa. Dan hasilnya? Foto itu banyak dipakai di artikel parenting dan iklan makanan.
Nah, kalau keluarga sudah, jangan lupa satu elemen lain yang juga sangat kuat: kuliner liburan.
Baca Juga: 7 Ide Foto Traveling yang Paling Diminati di Shutterstock
3. Foto Makanan dan Minuman Khas Liburan
Bayangin lebaran tanpa ketupat, atau Natal tanpa kue kering. Rasanya nggak lengkap, kan? Makanan selalu jadi daya tarik utama liburan. Foto makanan khas musiman punya potensi laku tinggi, apalagi kalau diambil dengan style yang menggoda.
Tips Praktis
- Gunakan natural light dekat jendela, supaya warna makanan lebih “hidup”.
- Perhatikan styling: piring, alas meja, sampai garnish kecil bisa bikin foto jauh lebih menarik.
- Ambil detail close-up biar tekstur makanan terlihat jelas.
Ada cerita menarik. Waktu itu kami upload foto sederhana: segelas es teh dengan kondensasi air di luar gelas. Ternyata banyak banget dipakai di artikel “tips segar di musim panas”. Padahal motretnya cuma di rumah. Jadi, jangan remehkan hal-hal kecil.
Kalau makanan sudah bikin ngiler, saatnya kita geser ke suasana yang lebih luas: keramaian.
Baca Juga: 7 Rahasia Foto Makanan yang Laris di Microstock
4. Foto Suasana Festival dan Keramaian
Liburan identik dengan festival, konser, karnaval, atau perayaan khusus. Foto-foto crowd yang penuh warna selalu diburu media dan brand untuk menggambarkan euforia liburan.
Tips Praktis
- Mainkan shutter speed: gunakan cepat untuk membekukan momen, atau lambat untuk efek motion blur artistik.
- Ambil shot dari atas (misalnya tangga atau drone) untuk menunjukkan skala keramaian.
- Fokus juga ke detail kecil: balon, dekorasi, atau interaksi orang di tengah crowd.
Kami pernah memotret suasana pasar malam dengan lampu-lampu warna-warni. Walaupun cuma acara lokal, ternyata banyak sekali permintaan untuk foto itu. Artinya, nggak harus festival besar, acara komunitas pun bisa laku.
Tapi, kalau suasana ramai kadang terlalu “ribet”, kita bisa balik lagi ke momen yang lebih personal.
Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Harus Coba Jual Foto di Microstock
5. Foto Pasangan dalam Suasana Romantis
Musim liburan juga sering jadi waktu favorit pasangan untuk traveling bareng. Foto romantis—entah itu di pantai, pegunungan, atau kafe—punya nilai jual tinggi, apalagi untuk niche lifestyle, travel, dan wedding inspiration.
Tips Praktis
- Ambil candid moment, misalnya pasangan saling tertawa atau berjalan bergandengan.
- Komposisi siluet saat sunset selalu punya daya tarik emosional.
- Gunakan properti sederhana: payung, kacamata, atau kopi hangat bisa jadi elemen cerita.
Salah satu foto favorit kami adalah pasangan duduk di bawah payung hujan dengan background city light. Foto itu banyak dipakai untuk artikel tentang “tips liburan romantis”. Jadi, vibes emosional itu penting banget.
Nah, setelah pasangan, ada satu lagi yang sering jadi “bintang” dalam foto liburan: anak kecil.
6. Foto Anak-Anak Bermain di Alam
Foto anak-anak dengan ekspresi ceria itu timeless. Apalagi kalau setting-nya di pantai, taman, atau playground saat liburan. Media parenting, sekolah, bahkan brand pakaian anak sering banget cari visual jenis ini.
Tips Praktis
- Biarkan anak bermain natural, jangan terlalu diarahkan.
- Gunakan burst mode, karena momen ekspresi anak cepat banget berubah.
- Angle sejajar dengan anak akan membuat hasil foto lebih dekat secara emosional.
Kami pernah dapat foto anak kecil melompat di pasir pantai dengan ekspresi lepas. Itu jadi salah satu foto yang paling sering diunduh karena menggambarkan kebebasan masa kecil.
Nah, kalau anak-anak bikin suasana makin ceria, ada satu elemen lagi yang jadi ciri khas liburan: perjalanan itu sendiri.
Baca Juga: 7 Tips Memotret Hewan untuk Microstock
7. Foto Transportasi dan Perjalanan
Apa arti liburan tanpa perjalanan? Foto kereta, pesawat, kapal, sampai momen naik mobil ke luar kota semuanya punya nilai komersial. Banyak artikel travel butuh visual ini untuk memperkuat cerita.
Tips Praktis
- Ambil interior: misalnya pemandangan dari jendela pesawat.
- Ambil detail: koper di stasiun, tiket di tangan, atau kaki di dashboard mobil.
- Mainkan perspektif: jalan panjang lurus menuju horizon bisa memberi kesan petualangan.
Kami pernah motret simpel: bayangan koper di bandara dengan cahaya senja menembus kaca. Foto itu ternyata banyak dipakai di artikel tips traveling hemat. Jadi, jangan takut bereksperimen dengan angle dan cahaya.
Dan… setelah membahas semua jenis foto ini, sebenarnya ada satu benang merah yang menghubungkan semuanya.
Baca Juga: 7 Tips Foto Malam Hari agar Tetap Diterima di Shutterstock
Kesimpulan
Musim liburan selalu jadi momen spesial, bukan cuma buat liburan itu sendiri, tapi juga buat kamu yang hobi atau serius di dunia fotografi. Dari pemandangan indah, kebersamaan keluarga, makanan khas, festival, momen romantis, anak-anak bermain, sampai perjalanan itu sendiri—semua punya nilai jual tinggi.
Kuncinya ada pada cerita yang kamu tangkap dalam setiap foto. Jangan cuma memotret objek, tapi coba rasakan atmosfernya. Karena pada akhirnya, orang nggak cuma membeli gambar, tapi juga emosi di dalamnya.
Jadi, lain kali kamu pergi liburan, jangan hanya menikmati suasana. Ambil kameramu, bidik momen-momen itu, dan siapa tahu hasil fotonya bisa jadi sumber penghasilan tambahan.
Kalau kamu mau, mulai aja dari yang sederhana. Kadang foto yang menurut kita “biasa aja” bisa jadi luar biasa buat orang lain.